You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
 Idul Adha, Pulau Untung Jawa Ramai Dikunjungi Wisatawan
photo Suparni - Beritajakarta.id

2.400 Wisatawan Serbu Pulau Untung Jawa

Ribuan wisatawan menyebrang ke Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu Selatan, sejak Kamis (24/9) kemarin. Pengawasan daya angkut kapal, menjadi prioritas menjaga keselamatan wisatawan.

Kebanyakan wisatawan datang dari penyeberangan Pelabuhan Tanjung Pasir Tangerang, Banten. Kami memantau hingga malam hari, sampai benar-benar wisatawan terangkut balik ke darat

"Kita perkirakan sejak libur Idul Adha kemarin, sudah ada sekitar 2.400 wisatawan yang menyebrang dan balik dari Pulau Untung Jawa," ujar Marihot Marulitua Sirait, Kepala Suku Dinas Perhubungan dan Transportasi Kepulauan Seribu, Jumat (25/9).

Menurut Marihot, pihaknya tidak berhenti melakukan pemantauan angkutan kapal. Bahkan, petugas ditugaskan dalam dua shift hingga malam hari. "Kebanyakan wisatawan datang dari penyeberangan Pelabuhan Tanjung Pasir Tangerang, Banten. Kami memantau hingga malam hari, sampai benar-benar wisatawan terangkut balik ke darat," tuturnya.

Industri Pariwisata Diminta Tingkatkan Pelayanan

Marihot mengatakan, jumlah wisatawan asal Tangerang terdeteksi dari jumlah kapasitas kapal yang mengangkut hampir bolak-balik dua kali. Karena tidak boleh mengangkut lebih dari kapasitasnya.

"Pengawasan tetap kita lakukan agar tidak overloud. Sehingga mereka harus bolak-balik dua kali angkut," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1182 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1155 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye940 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye922 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye843 personBudhi Firmansyah Surapati